JAKARTA - Krisis Eropa masih terus menggerus pasar modal di banyak negara, salah satunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain kondisi tersebut, kondisi IHSG diperparah pula dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemahdan sudah mencapai level Rp9.600 per USD.
"Faktor rupiah salah satunya yang pengaruhi IHSG. Tapi yang menjadi pemicu utama disebabkan karena kekahawatiran Eropa yang kali ini datangnya dari Spanyol, dan ini membuat krisis Eropa kembali mencuat," kata Analis Universal Broker Indonesia Alwi Assegaf saat dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (31/5/2012).
"Kemarin, asing terlihat mulai net buy. Kemungkinan masih akan mixed karena kalau dilihat kekhawatiran Eropa menjadi sentimen utama penggerak indeks. Kita tunggu apakah ada perkembangan baru," imbuhnya.
Alwi memprediksi, IHSG akan berada di level support ressistance 3.880-3.935. Dia menambahkan, saat ini Yunani sedikit mereda. Namun, meredanya Yunani disusul dengan kondisi yang mencuat di Spanyol. Diketahui, obligasi Spanyol imbal hasilnya mengalami kenaikan level tetringgi. Dikahawatirkan, yield obligasi itu naik tujuh persen.
"Level ini merupakan level kritikal dimana ketika obligasi mencapai tujuh persen seperti Portugal, negara itu biasanya minta bailout," imbuhnya.
Berikut prediksi IHSG dari beberapa sekuritas.
Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan hari Kamis (31/5/2012), secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, pada kisaran 3.850-3.930. Perkembangan seputar krisis utang di Eropa terhadap kemungkinan keluarnya Yunani dari uni Eropa dan perkembangan seputar kondisi perbankan di Spanyol yang dikhawatirkan memburuk dan tingkat hutang Italia terlihat dari meningkatnya yield obligasi Italia, dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading: JSMR, SMGR, UNVR, HEXA.
HD Capital
Pelaku pasar seharusnya waspada terhadap pelemahan rupiah diatas level 9,600 karena dapat mengurangi pre-tax profit emiten di IHSG yang mempunyai utang atau impor bahan baku dalam dolar. Bila terjadi koreksi, incar saham dengan big cap dengan PER tinggi versus low PER. Support: 3.800-3.680-3.550. Resistance 3.975-4.050-4.150.
(Widi Agustian)