JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menetapkan peringkat jangka panjang mata uang asing issuer default rating (IDR) PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo) di BB dan peringkat nasional jangka panjang di AA-(idn) dengan proyek stabil.
Dalam menetapkan peringkat-peringkat tersebut, Fitch telah menganalisa laporan-laporan keuangan Protelindo, dengan mempertimbangkan biaya operasional tambahan dari induk perusahaan.
Sekadar informasi, Protelindo adalah perusahaan menara independen terbesar di Indonesia dengan 6.767 lokasi, 11.510 tenancies, dan rasio tenancy tertinggi di industri sebesar 1,7x.
"Peringkat tersebut mempertimbangkan komposisi counterparty yang lemah, Protelindo memperoleh 69 persen pendapatannya dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang memiliki peringkat kredit di speculative grade dan 31 dari telekomunikasi dengan investment grade," demikian seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/5/2012).
Fitch menilai telekomunikasi yang lemah tersebut mengontrol kurang dari 10 persen total pendapatan industri telekomunikasi Indonesia dan akan terus perlu berupaya keras untuk mencapai tingkat keuntungan operasional yang positif dalam jangka waktu pendek hingga menengah.
Akan tetapi, Fitch juga mempertimbangkan fakta bahwa perusahaan telekomunikasi sering kali memanfang kewajiban sewa menara sebagai kewajiban utang yang diutamakan karena kebutuhan untuk menyediakan jasa terhadap pelanggannya.
Fitch mencatat, Protelindo berfokus untuk meningkatkan tenancies dari investment grade telekomunikasi dalam memperkuat bisnisnya, kontribusi pendapatan meningkat menjadi 31 persen untuk kuartal 1-2012 dan sebelumnya 17 persen pada 2009, yang merupakan porsi besar dari bisnis baru Protelindo.
"Arus kas yang stabil dan terprediksi dari kontrak noncancellable jangka panjang (10-12 tahun) dengan telekomunikasi di Indonesia, yang juga mencakup in built kenaikan harga tahunan yang terkait dengan tingkat inflasi," demikian ungkap rilis tersebut.