Inflasi Diprediksi Berada di Kisaran 0,12%

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Jum'at 01 Juni 2012 08:56 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2012, diprediksi akan lebih rendah dari April 2012. Akibatnya, inflasi diprediksi pada kisaran 0,12 persen.

Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, perkiraan rendahnya inflasi tersebut dikarenakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah. "Inflasi month to month (mtm) akan berada dikisaran 0,12 persen dan year on year (yoy) 4,51 persen," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Purbaya melanjutkan, inflasi pada Mei masih akan dipengaruhi oleh bahan makanan. Musim panen yang cenderung berakhir, menyebabkan bahan pangan tersebut masih ikut andil dalam inflasi tersebut.

"Inflasi mei hanya disebabkan faktor musiman saja. Harga pangan sedikit naik, karena kita memang sudah meninggalkan musim panen," jelas dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2012 sebesar 0,21 persen. Sementara inflasi tahun kalender (Januari-April) mencapai 1,09 persen.

"Inflasi year on year (yoy) 4,5 persen. Lalu inflasi komponen inti 0,12 persen dan inflasi inti yoy 4,24 persen," kata Kepala BPS Suryamin.

Dia menyebutkan, penyebab inflasi pada April lalu adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tambakau berkontribusi sebanyak 0,62 persen. Lalu dari perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbang 0,24 persen.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya