JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini kembali menguat. Hal ini terjadi lantaran Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pada pasar.
Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan, BI telah menerapkan kinerja baik, sehingga rupiah dapat berada di kisaran Rp9.350 per USD, dibandingkan kemarin Rp9.450 per USD."Intervesi serupa nampaknya juga akan dilakukan di pasar saham," jelas dia kepada Okezone di Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Sementara, Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jika pelemahan rupiah tersebut berlangsung berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan memberi tekanan tersendiri terhadap inflasi.
"Dampak pelemahan rupiah belum akan terlihat dalam waktu dekat. Kalau rupiahnya terus lemah, maka dalam dua bulan ke depan baru kita akan melihat dampak yang lebih signifikan ke inflasi," tutur dia.
Bloomberg mencatat, rupiah pada pagi ini menguat 154 poin dan diperdagangkan di kisaran Rp9.331 per USD. Sementara pada yahoofinance, rupiah diperdagangkan menguat 75 poin dan masih berada di Rp9.503 per USD.
(Martin Bagya Kertiyasa)