"Indonesia masih Bisa Maksimalkan Perdagangan dengan Turki"

Arif Sinaga, Jurnalis
Rabu 13 Juni 2012 16:41 WIB
Ilustrasi. Foto: Corbis
Share :

JAKARTA - Perdagangan Indonesia dengan Turki masih bisa ditingkatkan. Hal ini karena banyaknya potensi kedua negara yang selama ini belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Perdagangan kedua negara sudah berjalan cukup baik dan berlangsung lama tetapi masih belum bisa mencapai hasil optimal," kata Kepala Departemen Pertanian Kementerian Ekonomi Turki Tafyun Kilic kepada pers di Jakarta, Rabu (13/6/2012)

Taifun, disela kunjungan misi dagang 28 pengusaha Turki yang tergabung dalam rombongan Bursa Perdagangan Tekirdag (TTB) yang datang ke Jakarta 10-14 Juni 2012 dalam upaya mencari mitra dagang di Indonesia. Melalui kerjasama G-20 kedua negara sesungguhnya memiliki peluang untuk saling menjajaki dan meningkatkan hubungan ekonomi, khususnya bidang, industri, perdagangan dan investasi.

"Saat ini, sejumlah dokumen kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi kedua negara sudah selesai dan tinggal menunggu untuk ditandatangani oleh masing-masing pejabat. Saya yakin jika dokumen kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi sudah ditandatangani maka perdagangan kedua negara akan lebih meningkat lagi," tambah Kilic.

Keyakinannya,hubungan ekonomi kedua negara dapat meningkat,disebabkan selama ini hampir tidak ada hambatan yang berarti kerjasama ekonomi Indonesia-Turki. Hal ini terlihat pada tidak adanya pengusaha Turki yang mengeluhkan iklim usaha di Indonesia.

Di tempat yang sama, Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Turki Okan Ozturk menambahkan 28 pengusaha dari 22 perusahaan gandum dan tepung asal Provinsi Tekirdag Turki datang ke Indonesia untuk bertemu dengan para pengusaha guna memacu volume perdagangan Indonesia-Turki.
 
"Kami sudah melakukan pertemuan bisnis sejak 10 Juni lalu. Mudah-mudahan ada kesepakatan bisnis sehingga volume ekspor kami meningkat," jelas Ozturk.

Sementara kepala Bursa Perdagangan Turki Osman Sari menyebut, Tekirdag merupakan sebuah wilayah penghasil produk pertanian dan peternakan yang berkualitas dan mempunyai bursa perdagangan sendiri untuk tujuan ekspor. Hingga kini, sudah ada 150 eksportir yang bergerak dibidang produk pertanian dan peternakan.

Di tahun 2011 lalu, volume perdagangan di Bursa Perdagangan Tekirdaq mencapai USD 1,5 miliar yang terdiri dari produk gandum, tepung gandum, bunga matahari, dan bahan baku pakan ternak.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya