JAKARTA - Pemerintah mengaku sudah melakukan banyak pembicaraan dan pemikiran mengenai Energu Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE)
"Pemikiran banyak yang sudah di ungkap, berbicara sudah sudah banyak hal itu sudah kita piirikan dan ucapkan, sekarang tinggal dilakukan," kata Menteri Energi sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, dalam Pembukaan Indonesian EBTKE Conex 2012, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Demi melaksanakan program EBTKE tersebut, ke depan, Jero menargetkan peningkatan penggunaanya.
"Pada 2011 sudah digunakan 5,7 persen (EBTK), 2025 seharusnya sudah 26 persen, dan 2050 sebesar 36 persen," tambah Jero.
Jero juga mengaku sejak awal dirinya menjabat Menteri ESDM sudah mendorong pelaksanaan program EBTKE.
"Saya selama baru menjabat setiap hari mendorong EBTK, setiap hari saya kejar-kejar Pak Kardaya (Dirjen EBTK ESDM Kardaya Warnika) untuk menerapkan EBTKE," tambah Jero.
Hal tersebut dilakukan Jero, karena Indonesia memiliki banyak sumber energi yang bisa digunakan Dalam EBTKE Seperti Energi panas bumi (geothermal), Energi yang berasal dari sampah (Biomassa), dan energi yang berasal dari air (Hidrologi)
"Energi panas bumi sangat besar, 40 persen dari potensi dunia ada di Indonesia, panas bumi berbeda dengan yang lain, batu bara tidak perlu digali, panas bumi sudah di karuniakan Tuhan. Biomassa, tenaga air pada zaman Pak Harto banyak bendungan yang dibuat dan ini yang harus kita manfaatkan," jelas Jero.
Menurut Jero, saat ini juga sudah dilakukan penelitian terhadap buah yang bisa menjadi sumber energi. (gna)
(Rani Hardjanti)