Mudah Rusak, Sistem Penempelan Stiker Hemat BBM Diubah

Pebrianto Eko Wicaksono, Jurnalis
Senin 13 Agustus 2012 09:10 WIB
Mobil dinas yang dipasangi stiker. (Foto: Pebrianto Eko Wicaksono/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah akan mengubah sistem penempelan stiker penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas, pertambangan, dan perkebunan. Hal ini karena stiker yang sudah ditempel mudah rusak.

Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, jika waktu awal pelaksanaan penempelan stiker yang dijadikan titik awal pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2012 tentang penghematan yang melarang penggunaan kendaraan dinas menggunakan BBM bersubsidi, stiker ditempel pada kaca bagian luar. Maka nantinya stiker tersebut akan ditempel di kaca bagian dalam mobil.

"Karena kan ada mundur, stiker kan dipasang di luar dari orange menjadi kuning menjadi putih. Sekarang idenya disimpan di dalam. Karena di dalam ada perubahan spek makanya ada pemunduran percetakan," kata Rudi, di kantornya, Jakarta.

Rudi menambahkan, bukan hanya karena pengubahan konsep teknis stiker yang akan mempengaruhi, namun pelaksanaan penghematan BBM bersubsidi, pelaksanaannya tetap berjalan. Meskipun ada keterlambatan penempelan stiker saat pelaksanaan di Jawa Bali pada 1 Agustus lalu.

"Cerita stiker, dengan stiker mundur, pembatasan BBM Jawa Bali mundur? Kan enggak," tegas Rudi.

Menurut Rudi, tanpa stiker pun kendaraan dinas tersebut mudah dikenali, dan ia berharap saat pelaksanaan penghematan untuk kendaraan pertambangan dan perkebunan tidak ada keterlambatan pasokan stiker.

"Kan tanpa stiker bisa dikenali dari nomor saja. Kelihatannya merah, nanti kan September, mudah-mudhan tidak telat," tutup Rudi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya