Defisit Neraca Transaksi Berjalan Harus Diturunkan Sampai 1%

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Kamis 23 Agustus 2012 11:41 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu menurunkan defisit neraca transaksi berjalan (NTB) dari semula 3,1 persen hanya menjadi sekira satu persen saja.

Pengamat ekonomi Drajad Wibowo mengungkapkan defisit NTB pada kisaran satu persen tersebut adalah kisaran yang ideal. Menurutnya, jika kisaran defisit NTB berada di level 3,1 persen dibiarkan, maka diperkirakan akan mengalami peningkatan.

"Jika trennya dibiarkan, besarnya defisit itu unprecedented untuk Indonesia. Jangan lupa, kita mengalami triple deficit: neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan, dan defisit APBN," ungkapnya kepada Okezone.

Maka dari itu, Drajad melanjutkan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus sungguh-sunguh mengurangi defisit NTB tersebut. Meski demikian, menurutnya, sejauh ini pemerintah dan BI sudah merumuskan langkah-langkah yang benar.

"Namun yang menjadi tantangan adalah realisasinya. Dengan asumsi tidak ada shock global yang cukup besar, jika realisasi langkah-langkah tersebut efektif, defisit tersebut bisa turun di akhir 2012. Rupiah mungkin terdepresiasi, tapi akan terkendali," paparnya.

Tetapi, lanjutnya, jika tidak efektif, akan sulit menurunkan defisit NTB. Sehingga membuat depresiasi rupiah menjadi lebih besar.

"Yang jadi masalah, jika ada shock global, maka perlu langkah-langkah unusual, terobosan singkat, yang bisa mengurangi dampaknya. Jadi pemerintah dan BI harus menyiapkan langkah-langkah terobosan ini jika memang terjadi krisis global," tuturnya.

Hal tersebut perlu untuk dilakukan agar Indonesia seminimal mungkin terkena sudden reversal akibat krisis global. Bila memang jika krisis benar-benar terjadi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya