JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) diminta untuk membangun 24 underpass yang dilewati Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini dilakukan guna mengurangi kemacetan akibat adanya palang pintu perlintasan.
"Palang pintu perlintasan kan selama ini suka bikin macet. Nah harus ada underpass supaya tidak terjadi kemacetan," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Menurut dia, pembangunan ini merupakan salah satu cara mengatasi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Karenanya, dia meminta gubernur DKI untuk mengkaji pembangunan tersebut. "Itu harus dimasukkan ke program kerja gubernur DKI terpilih," kata dia.
Usulan dari Dahlan, juga berlandaskan pada azaz saling menguntungkan antara PT KAI dengan BUMN. Menurutnya, KAI dapat menggunakan lahan-lahan BUMN yang ada di pinggiran tol dalam kota. "Kita berikan kompensasi kepada PT KAI, kalau mau menggunakan lahan-lahan BUMN yang ada di sekitaran tol dalam kota untuk dioptimalkan," tutur Dahlan.
Sedangkan Untuk underpass yang melalui palang pintu perlintasan, nantinya tidak ada lagi palang pintu yang menyebabkan kemacetan. "PT KAI nanti yang akan menjadi koordinator untuk merealisasikannya," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)