JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyebut perlunya dilakukan audit investigatif kepada Pertamina terkait dengan kasus tukar guling tanah depo minyak Balajara antara Pertamina dan PT Pandan Wangi Sekartadji (PWS).
Anggota DPR Komisi VII Satya Wira Yudha menyebut perlunya penekankan perlunya dilakukan audit investigatif kepada Pertamina, Audit ini untuk mengetahui seberapa besar kerugian negara yang diakibatkan kasus tukar guling depo Balaraja tersebut dengan PWS.
"BPK bisa terlibat dalam audit tersebut," kata Satya, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Menurut Satya, mereka pernah mempertanyakan proses sengketa ini kepada Pertamina. "Sampai sekarang tidak ada penjelasan lebih lanjut. Komisi VII akan menanyakan kembali tindak lanjut kasus ini kepada Pertamina," tandasnya.
Dia berharap Pertamina melakukan public expose agar kasus ini menjadi jelas duduk persoalannya. "Public expose diperlukan agar kasus ini clear, sejauh mana kerugian negara yang diakibatkan sengketa dengan PWS tersebut," tegasnya.
Selanjutnya, sambung Satya jika ditemukan indikasi adanya tindak pidana korupsi nanti harus ditindaklajuti penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, Polri, maupun KPK. "Kita tunggu tim penyidik bisa menuntaskan kasus ini," pungkasnya.
Sekadar informasi, dari kasus ini negara dirugikan USD6,349 juta. (gna)
(Rani Hardjanti)