Pemerintah Bertanggungjawab Atas Mandeknya Sektor Perikanan Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 05 Oktober 2012 20:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

MEDAN - Penurunan perolehan devisa di Sumatera Utara (Sumut) sebesar 29,81 persen dari sektor perikanan akibat melemahnya ekspor, dituding sebagai kesalahan pemerintah. Pasalnya, selama ini pemerintah hanya terfokus pada sektor perkebunan, padahal sumut memiliki potensi yang cukup besar di sektor perikanan.

Ketua Bidang Perikanan dan Kelautan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Utara Zulkarnain mengatakan, meski pemerintah telah memiliki program minapolitan, namun hingga saat ini pemerintah belum mampu menggerakan pembiayaan dari perbankan di sektor ini. Padahal, melalui instrumen ekonomi yang dimilikinya, pemerintah tentunya dapat mendorong pertumbuhan sektor ini selayaknya sektor perkebunan.

"Kalau bisa kita bilang, program di sektor perikanan ini setengah hati. Memang ada Minapolitan, tapi kalau nelayan tak punya modal, lalu apa yang mau dikerjakan. Ini kan pemerintah terus sibuk mengurus sektor perkebunan, memang kita akui positif, tapi sektor perikanan ini kan juga potensial namun jadi timpang karena pemerintah hanya fokus pada perkebunan. Pemerintah sebenarnya cukup memberikan stimulus dan kemudahan saja di sektor ini, maka investor akan datang sendiri," jelasnya, kepada Okezone, di Medan, Jumat (5/10/2012).

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Pertanian (Disperindag) Sumut, nilai ekspor ikan pada periode Januari-Agustus 2012 mencapai USD44,29 juta atau turun 29,55 persen dibandingkan periode sama di 2011 senilai USD62,87 juta.

Sedangkan volume ekspornya sebanyak 14.071 ton atau turun dari periode yang sama di tahun lalu sebanyak 17.527 ton. Dimana Amerika Serikat (AS), Italia, Thailand, Australia, Jerman, Korea dan Jepang, sebagai negara tujuan utamanya.

Sementara untuk udang justru meningkat 25,14 persen dari USD65,99 juta dan volume 7.735 ton menjadi USD82,58 juta dan volume 10.034 ton. Dengan tujuan ekspor utama ke Amerika Serikat, Italia, Kanada, dan Belgia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya