Wah, Surat Pemanggilan Dahlan ke DPR Ternyata Salah!

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Kamis 25 Oktober 2012 16:43 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan (Foto: Heru Haryono)
Share :

JAKARTA - Tidak hadirnya Menteri BUMN Dahlan Iskan saat dipanggil Komisi VII DPR RI, kemarin, disebabkan adanya kesalahan redaksi dalam surat panggilan tersebut.

Hal tersebut diakui Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana. Sebelumnya Dahlan diminta hadir dengan kapasitas sebagai Menteri BUMN. Karena itu, alasan ketidakhadirannya dengan mengutus perwakilan untuk bertemu DPR.

"Saya mau luruskan permasalahan ini. Beliau kalau dipanggil sebagai menteri dua kali tidak hadir. Pertama dia menemani presiden ke Yogyakarta. Kedua dia memiliki acara dari jauh hari di Jambi tapi saat itu diberikan surat dan ada yang mewakili," ungkap Sutan kepada wartawan, di DPR RI, Jakarta, Kamis (25/10/2012).

Kemudian, lanjut Sutan, saat dipanggil oleh Komisi VII kemarin, kapasitas Dahlan adalah mantan Dirut PLN sehingga ada redaksi surat yang salah.

"Kalau menteri negara bisa diwakilkan tapi kalau mantan dirut PLN kan enggak bisa diwakilkan memang harus dia sendiri. Itu saja yang mau diluruskan tidak ada apa-apa sebenarnya," sambungnya.

Sutan mengaku, dari pihak Dahlan tidak ada keluhan soal kekeliruan surat pemanggilan tersebut. Oleh karena itu, Komisi VII pasti akan memperbaiki redaksionalnya dan akan melakukan panggilan lagi.

"Kita hanya koreksi diri kalau beliau ingin kita undang ya harus pribadi beliau sebagai mantan yang tak bisa diwakilkan," simpulnya.

Sementara itu, Sutan mengaku beberapa anggota Komisi VII agak sedikit berang terkait berita yang memuat judul yang provokatif saat Dahlan mengaku lebih memilih mengurus sapi daripada meladeni Komisi VII.

"Ngamuk semua kan merasa dilecehkan, walaupun isinya tidak begitu. Makannya peran pers luar biasa. Padahal enggak ada pernyataan Dahlan soal itu, hanya kebetulan lagi ngurusin sapi," tutupnya. (gna)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya