Ekspor Kerajinan Kayu dan Mebel Terpuruk

Kuntadi, Jurnalis
Selasa 11 Desember 2012 18:18 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

YOGYAKARTA - Krisis ekonomi di Amerika dan Eropa telah membuat nasib para perajin mebel dan kerajinan kayu di Indonesia terpuruk. Selama 2012 ini, nilai ekspor telah mengalami penurunan 20 hingga 30 persen. Kondisi ini diyakini masih akan berlangsung hingga 2013 mendatang.

"Kita prediksi di 2013 masih akan turun 10 sampai 15 persen, ini benar-benar membuat perajin sulit berkembang," jelas ketua DPP Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono, Selasa (11/12/2012).

Selama ini, Amerika merupakan negara tujuan ekspor mebel dan kerajinan kayu. Krisis ekonomi yang tak kunjung selesai di Negeri Paman Sam membuat pasar mebel tidak bergairah. Padahal market share ke Amerika mencapai 30 persen. Kondisi yang sama juga terjadi di Eropa, khususnya di Spanyol dan Jerman. Pangsa ekspor di Eropa mencapai 27 persen.

Praktis lantaran pangsa terbesar ekspor tidak bergairah, perajin terancam gulung tikar. Akibat krisis berkepanjangan, nilai ekspor tahun ini diperkirakan juga akan turun. Padahal nilai ekspor sebelumnya telah mencapai USD1,8 miliar. "Hanya pengusaha besar yang masih eksis," tuturnya.

Sekretaris Asmindo DIY Endro Wardoyo menambahkan penurunan yang sama juga terjadi di Yogyakarta dengan prosentase sama dengan nasional. Padahal di yogyakarta, mayoritas perajin berasal dari kalangan UMKM yang hanya mengandalkan pesanan by order.

"Delapan puluh persen perajin DIY dari UMKM, kalau tidak ada order mereka sulit bertahan," jelas Endro.

Atas kondisi ini, DPP Asmindo berencana membuka pasar baru di Afrika, Timur Tengah dan Asia. Hanya saja program ini harus mendapat dukungan langsung dari pemerintah. Fasilitasi promosi dan pemasaran sangat dinantikan agar pengusaha yang ada bisa eksis.

"Kita butuh fasilitasi pameran internasional dari pemerintah," tutur Ambar.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya