DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai pendidikan yang baik menjadi tonggak perekonomian suatu bangsa. Namun, dalam membangun peradaban, Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain.
Contohnya, kata dia, jika dibandingkan dengan negara Korea Selatan. Hal itu terlihat dari pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang jauh dari Korea Selatan.
"Per kapita Indonesia masih lebih kecil dari Korea, kita USD3.010 per orang per tahun. Sementara Korea Selatan sudah USD30 ribu per orang per tahun," ujarnya, dalam sambutannya dalam acara deklarasi pendidikan inklusi di Balairung UI, Depok, Rabu (19/12/2012).
Heryawan menambahkan, padahal pada 1980, Korsel jauh lebih tertinggal dari Indonesia. Namun sekarang, Korsel melaju pesat. "Dipimpin para pendidik yang kuat, singkat cerita di 1970-1980 tahunan, Indonesia lebih hebat. Lebih kere dari Indonesia, namun sekarang kita perlu belajar besar dari Korsel," tegasnya.
Tantangan terbesar, lanjutnya, pemerintah harus berjuang keras menyatukan Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari banyak etnis.
"Bangun peradaban bangsa, Korsel enggak jauh hari merdekanya dengan Indonesia, dia (Korsel) 15 Agustus, kita 17 Agustus. Bangsa Korea mudah disatukan, etnisnya satu. Indonesia bahasanya ratusan dan ribuan, harus bahu membahu membangun bangsa," tandasnya.
(Widi Agustian)