"Saya Sarankan Dahlan Lihat Kondisi Merpati ke Lapangan"

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Senin 04 Februari 2013 18:50 WIB
Share :

JAKARTA - Mantan Dirut Merpati Sardjono Jhony meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk turun dan mengetahui kondisi PT Merpati Airlines (Persero) saat ini.

"Saya sarankan Dahlan turun sendiri ke Merpati dan bertemu karyawan, agar mengetahui pasti kondisinya seperti apa. Dulu kan dia pernah datang dan bertemu karyawan, datang lagi dong," kata Sardjono Jhony dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/2/2013).

Dia juga mengajak agar Dirut Merpati, Rudi S Purnomo dan Dahlan untuk debat terbuka mengenai fakta-fakta di maskapai milik perusahaan pelat merah tersebut.

"Mau tidak Pak Dahlan dan Dirut Merpati Rudi S Purnomo debat terbuka terkait data dan fakta Merpati yang selama ini mereka dengung-dengungkan, sebab yang mereka katakan itu adalah data yang salah. Jadi, ayo debat secara elegan. Jangan malah melakukan pembusukan terhadap saya yang sudah mantan, kepada publik melalui media. Saya hanya mengomentari pendapat Dahlan yang bertajuk Demi Merpati Bisa Terbang, Karyawan Rela Gajinya Dicicil," keluhnya.

Akan tetapi, dia meragukan Dahlan tidak akan turun langsung untuk melihat kondisi Merpati saat ini.

"Tapi saya sangsi Dahlan berani lakukan itu, dia kan beraninya kepada orang yg tidak bisa melawan. Dahlan juga perlu melihat laporan keuangan Merpati secara utuh, agar bisa melihat bagaimana kondisi keuangan di zaman saya dan dizaman managemen yang sekarang. Orang yang tidak paham-paham amat tentang manajemen saja tahu bahwa semua saya bayar baik sewa pesawat, tagihan bandara dinegosiasikan, asuransi saya negosiasikan dan bayar. Karena itu adalah prinsip serta fundamen perusahaan penerbangan," paparnya.

Menurutnya, Notice of Cancelation tidak fatal seperti sekarang, gaji karyawan tidak pernah saya cicil, utang tidak menggunung semakin bertambah, agen agen memiliki kepercayaan tinggi, alat produksi bertambah banyak sekali sehingga volume bisnis Merpati semakin membesar secara terkontrol.

"Dan yang perlu dicatat oleh Dahlan, bahwa 18 bulan pertama memimpin Merpati, saya dalam keadaan tanpa bantuan dana dari pemegang saham, yakni Pemerintah. Baru Desember 2012, Merpati mendapatkan PMN," ujarnya.

Menurutnya, permasalahan di tubuh Merpati tidak perlu berlarut-larut seperti ini, jika semuanya terbuka. "Saya harus menjawab ini karena Dahlan menyinggung data yang salah tentang masa kepemimpinan saya," tukas Jhony.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya