"Diskrimasi antara Kemiskinan dengan Adat Makin Langgeng"

Fakhri Rezy, Jurnalis
Jum'at 14 Juni 2013 12:01 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pengentasan kemiskinan tidak dapat hanya melalui kebijakan semata. pengentasan kemiskinan, juga perlu memperhatikan adat dan agama yang berlaku di masyarakat.

Staff Khusus Presiden Bidang penanggulangan Kemiskinan HS Dillon mengatakan, diskriminasi adat dan agama dapat memberikan rakyat miskin menjadi tidak berkembang.

"Saat ini diskriminasi semakin langgeng antara kemiskinan dengan adat dan agama," kata dia saat menghadiri peluncuran paket informasi dasar PPKK, Jakarta, Jumat, (14/6/2013).

Dillon mengatakan, kemiskinan adalah salah satu bentuk kehilangan rakyat dalam bentuk kehidupan bermartabat. Diskriminasi di rakyat menjadi dampak di perdesaan terutama tekanan dari perkotaan.

"Jadi ini salah ditafsirkan adat dan agama yaitu kebebasan, paling ke depan perlu menggugat tokoh budaya dan agama untuk lebih aktif mengembangkan pengentasan kemiskinan melalui syiarnya," ujar Dillon.

Dillon mengatakan oleh karena itu perlu menyisipkan dua hal dalam syiar agama terutama saat pagi hari. Dua hal tersebut mengenai memberikan pandangan masyarakat kepada tingkat kemiskinan, dan memberikan pandangan untuk saling berbagi dan jangan sombong.

"Di kultum pagi itu perlu tambahkan dua hal, pertama memberikan untuk lebih memandang kemiskinan, dan kedua berbagilah jangan sombong dan berbagilah," ujar Dillon.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya