JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengklaim kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sedianya berdekatan dengan bulan Puasa dan musim Lebaran 2013 akan menyebabkan fluktuatif.
"Kita lihat dulu pola konsumsi kepada masyarakat menjelang puasa dan Lebaran. Diperkirakan awal puasa turun drastis, karena masyarakat pas awal bulan puasa lebih suka di rumah dan mengurangi beraktivitas," kata VP Coorporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Menurut Ali, kenaikan penggunaan BBM bersubsidi akan meningkat menjelang H-7 Lebaran, dan H+7 setelah Lebaran. Menurutnya, peningkatan menjelang Lebaran dan setelah Lebaran, merupakan tren dari tahun sebelumnya.
"Namun kenaikan penggunaan BBM subsidi di Lebaran tahun ini, tidak sebesar tahun lalu. Kira-kira naik 10 persen BBM subsidinya. Namun, untuk solar subsidi diperkirakan turun di H-7 karena angkutan barang malah libur dan konsumsi naik malah angkutan bus," jelas Ali.
Untuk itu, Pertamina memastikan akan memenuhi kebutuhan masyarakat saat lebaran. "Perkara ada tidak orang yang ambil kesempatan, itu kan tugasnya aparat keamanan. itu sudah pelanggaran terhadap UU Migas," ucap Ali.
Dengan adanya peningkatan penggunaan BBM bersubsidi, Ali menilai kuota volume BBM bersubsidi akan tetap aman. Salah satu faktornya yakni kenaikan harga BBM subsidi.
"Tambahan kuota juga kan sedang diajukan di APBN-Perubahan. Tapi kita juga yakin setelah pengumuman kenaikan konsumsi akan turun. Saat ini rata-rata pasokan harian premium sekitar 80 ribu kiloliter, dan solar 40 ribu kiloliter per hari," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)