Menkeu: BLSM Tak akan Sukses 100%

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis
Senin 17 Juni 2013 16:16 WIB
Chatib Basri. (Foto: BKPM)
Share :

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenku) telah membuat hitungan deviasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) terhadap penerapannya. Angka ini, dihitung setelah adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Ada, tapi saya lupa angkanya. Tanya Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas)," Ujar Menteri Keuangan Chatib Basri usai pelantikan pejabat eselon II di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/6/13).

Chatib mengatakan penyaluran BLSM nantinya akan menggunakan sistem Kartu sehingga deviasinya akan lebih baik dan penyalurannya akan lebih baik, karena kartu memiliki barcode. "Jadi enggak bisa dua kali dan kartu ini by name by addres. Kartu ini adalah hasil data base yang dulu yang terus diperbaiki," ujarnya.

Chatib mengatakan, dengan menggunakan sistem kartu maka target penerapan BLSM akan lebih baik, dan deviasi dapat ditekan. Namun, penerapan BLSM akan sulit mencapai target 100 persen.

"Betul, tapi mencapai 100 persen susah. Jangan dilupakan yang dapat ini adalah 25 persen terbawah, yang poorest dan yang hampir miskin juga, sehingga kemungkinan miss targeted akan lebih kecil," katanya.

Senada, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, penerapan BLSM dengan sistem kartu merupakan salah satu cara menekan deviasi. Meski demikian, namun dia enggan menjelaskan seberapa besar angka deviasi BLSM.

"Ada mekanisme menggunakan musyawarah desa karena kartu ini lagi proses dibagi karena ini sama untuk raskin. Nanti di desa kan pasti ada yang merasa dia dapat tapi tidak merasa miskin pasti lapor dong ke kepala desa. Kok saya dapat sih? Nanti ada mekanismenya itu," katanya.

Dia mengharapkan masyarakat yang merasa tidak miskin tapi mendapat kartu segera melapor. "Supaya kartu bisa dikoreksi dan dikasih ke yang berhak," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya