Telkom: Mitratel Diperebutkan oleh 4 Perusahaan

Hendra Kusuma, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2013 15:35 WIB
Logo Telkom. (Foto: Telkom)
Share :

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menyatakan bahwa ada empat perusahaan yang berminat untuk mengakuisisi PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Di mana dari empat perusahaan tersebut, di antaranya tiga perusahaan publik dan satu perusahaan nonpublik.

Namun, Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, jika ingin melepas saham, Mitratel harus melakukan spin off, karena tidak dilakukan jika masih menjadi divisi dari Telkom.

"Tentunya spin off dulu, kalau masih menjadi bagian itu tidak bisa. Harus perusahaan tersendiri, tidak bisa menjadi divisi dari Telkom," kata Arif kepada wartawan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Arif menjelaskan, bahwa dirinya menargetkan spinn off pada tahun ini, serta pelepasan saham Mitratel dapat diselesaikan pada tahun juga. Selain itu, untuk strategi partner dan IPO, Arif mengaku akan mempertimbangkan lebih matang lagi.

"Mana yang paling memberikan kepastian dan memberikan nilai yang tinggi itu yang sedang kita timbang," jelasnya.

Manurut Arif, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan portofolio infrastruktur, saat ini yang digunakan adalah Mitratel.

"Penataan portofolio infrastruktur. Vechicle yang kita gunakan adalah Mitratel. Ini belum selesai. Kita di Mitratel sudah membuat Telkom Acces, kita juga membuat Telkom Manage Services. Kemungkinan ini kita juga buat tower, tapi hanya khusus telekomunikasi. Semuanya ada di Mitratel," imbuhnya.

Kendati demikian, menanggapi pelepasan saham tersebut, Arif menyebutkan akan melepaskan kepada investor yang menawarkan dengan nilai tertinggi.

"Kita akan pilih investor yang memberi value paling tinggi, karena sekarang bagaimana, siapapun pengusaha tower itu menjadikan tower business itu independent dan listing company," tambahnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya