JAKARTA - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengembangkan vila mewah The Cliff @Alila Villa Uluwatu (AVU) di daerah Uluwatu, Bali. Proyek yang menyasar kalangan atas ini diperkirakan menelan biaya konstruksi senilai Rp200 miliar.
"Nilai investasi untuk konstruksi The Cliff @AVU diperkirakan sekira Rp200 miliar. Tapi, angka ini masih terus bergerak sampai proses lelang proyek selesai dilakukan," kata Chief Financial Officer BUVA Hendry Utomo saat paparan publik di Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Sebelumnya Hendry menyebut, The Cliff @AVU terdiri dari 56 suite yang seluruhnya akan dijual. Kisaran harga yang dibanderol mulai dari Rp7,5 miliar per unit. Menurutnya, pasar di Bali masih menjanjikan untuk properti komersial seperti vila maupun hotel, terutama untuk kelas atas.
"Dengan wisatawan yang semakin banyak berkunjung dan perluasan bandara Ngurah Rai yang ke depannya bisa menampung hingga 25 juta orang per tahun membuat pasar hotel maupun vila di Bali masih sangat menjanjikan," tuturnya.
Lebih lanjut Hendry mengatakan, melihat geliat pertumbuhan properti di Pulau Dewata yang kian pesat, tidak membuat pihaknya khawatir. Alasannya, proyek yang dikembangkan BUVA termasuk kelas atas (upper class) dan memiliki segmen konsumen khusus.
"Proyek-proyek kami lebih segmented dan lokasinya benar-benar di destinasi wisata, seperti Ubud dan Uluwatu. Jadi, tidak bersaing dengan hotel bujet atau hotel menengah yang sedang marak dibangun di Bali. Selain itu, properti kelas atas pun lebih bisa dikontrol untuk harga kamarnya (room rate), sehingga keuntungan investasi bagi pemilik vila pun tetap bisa terjaga," imbuh dia.
Selain The Cliff @AVU, BUVA sebelumnya telah membangun hotel Alila Ubud dan Alilla Villas Uluwatu dengan tarif kamar masing-masing Rp1,5-1,7 juta per malam dan Rp5-6 juta per malam. Tingkat huniannya (okupansi) kedua hotel tersebut saat ini disebut mencapai 60-70 persen.
(Yuni Astutik)