Pengusaha Kelapa Sawit Klaim Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Hendra Kusuma, Jurnalis
Selasa 02 Juli 2013 12:46 WIB
ilustrasi: (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Guna meningkatkan produksi berkelanjutan kelapa sawit, Kepala Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Agus Purnomo menegaskan, selama ini tidak ada perusahaan kelapa sawit yang melakukan pembabatan hutan primer dan hutan gambut untuk meningkatkan produksi. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah memperpanjang moratorium perluasan lahan hutan pada 2012.

"Presiden SBY memperpanjang moratorium perluasan lahan," kata Agus kepada wartawan seusai acara Semiloka Nusantara 'Solusi dan Alternatif Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Indonesia' di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Menurut Agus, perkebunan kelapa sawit justru memberikan kesejahteraan untuk masyarakat sekitarnya. Pasalnya, perkebunan kelapa sawit dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan keuntungan yang baik bagi ekonomi Indonesia.

"Jadi tidak ada lagi anggapan perkebunan Sawit itu lagi membuka gambut dan hutan primer, karena sawit itu menciptakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan rakyat," tambahnya.

Maka dari itu, Agus menjelaskan semiloka nasional ini bertujuan untuk menciptakan dinamika yang kuat dalam menyelaraskan perlindungan hutan dan pertumbuhan ekonomi hijau ekonomi rendah karbon di sektor minyak sawit Indonesia.

Sebab, lanjut Agus, Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, yang dikarenakan dari deforestasi dengan buruknya tata kelola penggunaan lahan.

"Sebagai model pembangunan ekonomi di sektor perkebunan, Indonesia dalam upayanya untuk menekan emisi gas rumah kaca, dengan praktek perkebunan yang berkelanjutan merupakan jalan terbaik untuk mengelola dan satu-satunya cara untuk meningkatkan produktifitas sawit dan beralih pada zero deforestasi," tutupnya. (wan)

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya