PEKANBARU - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyatakan bahwa perusahaannya telah melakukan ekspor benih bibit kayu akasia ke dua negara. Dua negara tersebut, yakni Malaysia sebanyak 300 kilogram (kg) dan ke China sebanyak 250 kg.
"Untuk 1 kg Akasia (bahan baku kayu) Mangium berisi 80 ribu butir benih. Sedangkan untuk 1 kg Akasia Crassicarpa berisi 40 ribu butir benih," papar Presiden Direktur PT RAPP Kusnan, dalam pemaparanya kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Pelalawan, Riau Selasa (27/8/2013).
Kusnan juga menjelaskan bahwa dalam satu hektare perlu bibit sebanyak 1.700 benih "Dengan diterimanya benih RAPP di Malaysia dan China maka kualitas bibit dari Indonesia telah diakui dunia," imbuh Kusnan.
Ia menambahkan, prospek ekspor benih cukup menjanjikan dalam dunia usaha perkayuan domestik maupun luar negeri. Untuk perusahaan akan terus mengembangkannya.
"Saat ini RAPP menghasilkan 200 juta bibit setiap tahunnya dari pusat pembibitan di Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Baserah dan Satellite Nursery yang tersebar di area konsesi perusahaan. Kapasitas ini cukup menampung kebutuhan penanaman yang dilakukan perusahaan sekitar 500 ribu pohon setiap hari," jelas Kusnan.
Sementara itu Menteri Kehutanan dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah akan membela perusahaan terhadap intervensi perdagangan luar negeri khususnya bisnis pulp and paper.
"Banyak kepentingan luar terhadap industri kayu dan pulp kita. Karena industri dalam negeri kita banyak mempunyai keunggulan. Kita dukung perusahaan termasuk dari kampanye negatif NGO," imbuh Menhut di Pelalawan.
PT Riau Pulp merupakan perusahaan pengolah kayu menjadi kertas, bubur kertas dan turunannya yang terbesar di Asia Tenggara. RAPP merupakan anak perusahaan Raja Garuda Emas (RGE). (wan)
(Widi Agustian)