JAKARTA – Belakangan ini santer beredar broadcast di kalangan masyarakat yang menyebutkan jika Gunung Ciremai dijual sebesar Rp60 triliun kepada Chevron. Tak cukup sampai di situ, ajakan untuk menyelamatkan Gunung Ciremai langsung berdatangan melalui hashtag #saveciremai.
General Manager Policy, Goverment and Public Affairs PT Chevron Geothermal Indonesia Paul Mustakim mengaku, jika pihaknya telah memperoleh hak untuk menggarap panas bumi (geotermal) di wilayah Gunung Ciremai, Jawa Barat. Namun, pihaknya belum ada aktivitas apapun di lapangan.
“Praktiknya, kalau kita masuk ke suatu daerah, kita pasti akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat. Kita juga bakal nuhun-nuhun ke pemda. Kalau ada izin yang harus kita urus, akan kita urus. Tapi, sampai sekarang ini, memang belum ada kegiatan apa-apa di sana,” jelas dia. Paul kepada Okezone, Senin (3/3/2014).
Dia menuturkan, izin usaha panas bumi (IUP) dari pemerintah daerah setempat pun belum dia kantongi. “Karena memang belum sampai tahapan itu,” tutur dia.
Setelah ditetapkan sebagai pemenang untuk menggarap panas bumi di Gunung Ciremai pada tahun 2012 lalu, dia mengakui jika memang belum ada aktivitas yang dilakukannya.
(Widi Agustian)