Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian ESDM Bantah Jual Gunung Ciremai

Hendra Kusuma , Jurnalis-Rabu, 05 Maret 2014 |17:58 WIB
Kementerian ESDM Bantah Jual Gunung Ciremai
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah saat ini harus memberikan sikap tegas lantaran beredar kabar di Blackberry Messengger (BBM) dan jejaring sosial Facebook serta Twitter, bahwa Gunung Ciremai dijual Rp 60 triliun. Masyarakat, terutama para pencinta alam, pun dibuat gerah dengan kabar tersebut.

Mananggapi hal tersebut, Dirjen Energi Baru Terbarukan Konsevasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulya mengungkapkan tidak ada proses jual beli gunung.

"Enggak ada jual beli gunung, tidak ada yang dijual, proses lelang sesuai prosedur, enggak ada proses jual beli," kata Rida di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Rida menjelaskan, berdasarkan evaluasi Kementerian ESDM mengenai lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) peserta yang lolos adalah Chevron Geothermal Indonesia Ltd. Namun, saat ini dapat dipastikan masih belum ada kegiatan apapun dalam pengembangan energi panas bumi di Gunung Ciremai.

"Saat ini IUP belum diterbitkan. Karena sedang dalam tahap negosiasi shareholder dengan BUMN dan pemenang lelang," tambahnya.

Rida mengungkapkan, pelelangan WKP telah dilaksanakan pada 2011, yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Di mana, pada tahap pertama pada 10 Oktober 2011 dengan ada dua perusahaan pertambangan, salah satunya Chevron.

"Chevron ada karena dia ikut lelang dan lelangnya terbuka dan sesuai prosedur, nah yang menang Chevron," jelasnya.

Oleh karena itu, Rida menegaskan WKP di Gunung Ciremai tersebut tidak dijual, melainkan melalui proses lelang yang transparan. Dirinya menambahkan, saat ini proses tersebut baru sampai tahap lelang.

"Belum eksplorasi, eksplorasi itu kalau udah ada IUP. Sekarang IUP kan memang masih ada di gubernur, 24 ribu hektare, lokasi majalengka dan kuningan," tutupnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement