JAKARTA - PT Chevron Geothermal Indonesia telah menyatakan mudur dalam pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Salah satu penyebab Chevron mengembalikan salah satu WKP garapannya ini, karena penolakan dari masyarakat sekitar Gunung Ciremai.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yubus Syaefulhak menuturkan, dalam menentukan WKP, Kementerian ESDM sudah melibatkan berbagai pihak. Seperti, Pemerintah Daerah (Pemda), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementeri Agraria dan Tata Ruang, dan masyarakat.
"Ditetapkannya WKP (Ciremai) kami juga lakukan sosialisasi terhadap tokoh masyarakat setempat. Jadi sebelum menetapkan WKP kami sudah lakukan koordinasi. Ini dilakukan satu tahun sebelum tender (Chevron pemenang tender), jadi sudah tahu benefit, dampaknya, semua sudah dijelaskan," ujar Yunus, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/11/2016).
Menurutnya, akar permasalah WKP Ciremai ketika izin lelang sebelumnya dipegang oleh Pemda. Ketika itu, nuansa lelang WKP Ciremai dibarengi dengan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat.
"Ketika gubernur mau lelang kan ada desakan, itu udah kemana-kemana ketika disebarkan isu negatif, tentu ini mengakar kemana-kemana dan sekarang ketika sudah pusat yang pegang izin lelangnnya, sulit lagi menyembuhkannya," tuturnya. (dng)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.