SOLO - Maskapai Garuda Indonesia tercatat berhasil menerbangkan 15 ribu penumpang atau sekitar 70 ribu penumpang selama empat bulan di kurun waktu 2014 untuk rute Solo - Jakarta.
Jumlah tersebut melonjak tajam sejak maskapai plat merah ini menambah jam frekuensi penerbangannya sebanyak 5 kali sehari.
Marketing and Sales Marketing Garuda Indonesia Branch Office Solo, Jawa Tengah, Endy Latif, mengatakan meskipun saat ini banyak maskapai menawarkan penerbangan murah, trand masyarakat memilih Garuda tetap tinggi.
Terbukti sejak Januari hingga April 2014, secara traffic mengalami peningkatan sekitar 2 sampai 3 persen di banding periode yang sama tahun lalu.
"Untuk 2014 saja, sampai bulan ini jika rata-rata per bulanya 15 ribu penumpang di kalikan selama empat bulan, mungkin sekitar 70 ribu orang," jelas Endi kepada Okezone di Solo Jawa Tengah, Jumat (16/5/2014).
Menurut Endy Latif, meskipun terjadi lonjakan cukup tajam, ijin menambah jam terbang,belum terwujud. Sehingga dengan jumlah penumpang sebesar itu, pihak Garuda belum akan menambah jam penerbangan lagi. Hanya mengoptimalkan penerbangan reguler yang sudah ada. Yakni 5 kali fligt per harinya.
"Dengan mengoptimalkan 5 flight yang sudah ada. Dari 5 flight itu ada beberapa yang belum optimal. Khususnya yakni flight pagi dan sore," terangnya.
Sebab itulah,ungkap Endy Latif, pihak Garuda lebih memilih mengoptimalisasi flight yang ada ketimbang menambah frequensinya.
Terbukti saat lebaran nanti, Garuda tidak menambah jam terbang. Untuk melayani mudik lebaran pihak Garuda hanya membuka reservasi tiket pesawat sejak 11 bulan yang lalu.
"Garuda sudah membuka reservasi tiket pesawat untuk perjalanan mudik semenjak 11 bulan sebelum hari H keberangkatan. Tiket pesawat untuk periode peak arus balik sudah banyak dipesan oleh calon penumpang," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)