Saham Mitrabara Dibuka Menguat ke Rp1.440 per Saham

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 10 Juli 2014 09:20 WIB
Saham Mitrabara Dibuka Menguat ke Rp1.440 per Saham (Foto: Dani/Okezone)
Share :

JAKARTA - Saham perdana PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menguat dilevel Rp1.440 per saham atau naik 140 poin dari hari penawaran pada saat Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp1.300 per saham. Perusahaan yang bergerak disektor pertambangan batu bara ini menjadi emiten ke-16 di BEI.

Saham MBAP sempat menyentuh dilevel tertinggi sebesar Rp1.440 per saham dan menyentuh di level terendah sebesar Rp1.440 per saham. Sementara itu jumlah frekuensi yang ditransaksikan sebanyak 17 kali dengan volume sebesar 330 lot. Dengan nilai transaksi sebanyak Rp232 juta.

Direktur Perdagangan Pengaturan BEI Samsul Hidayat mengatakan, dengan pencatatan saham ini menjadi emiten ke-16 di tahun 2014 dan total emiten di BEI sudah mencapai 499 emiten.

"Tinggal satu perusahaan lagi menjadi 500 emiten. Saham ini diperdagangkan dengan kode MBAP. Hal-hal yang penting setelah menjadi perusahaan terbuka, tetap perhatikan hal-hal Good Coorporate Governance (GCG). Mudah-mudahan saham ini menjadi saham unggulan di BEI," ucap Hidayat di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/7/2014).

Direktur Utama MBAP Khoirudin mengatakan, harga saham perdana yang ditawarkan Rp1.300 per saham diharapkan akan mendapatkan respons investor yang positif pada hari pertama perdagangannya.

Khoirudin menambahkan, dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal di Indonesia hingga perusahaan dapat mencatatkan sahamnya di BEI merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan.

"Dan pencatatan saham ini merupakan bukti komitmen kami kepada para stakeholders dan rekanan usaha kami," jelasnya.

Perseroan melepas saham ke publik sekitar 245.454.400 saham atau 20 persen dengan nilai nominal Rp100. Sebelumnya perseroan menawarkan 273.033.600 saham ke publik atau sekitar 22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 245.454.400 itu terdiri dari 120.265.700 saham publik, 2.461.500 saham karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) dan 122.727.200 divestasi saham pendiri, yaitu milik PT Wahana Sentosa Cemerlang.

Dengan demikian, perusahaan batu bara yang berbasis di Kalimantan Utara itu akan meraup dana IPO sebesar Rp319,09 miliar. Dana hasil IPO untuk pengembangan fasilitas pelabuhan, overhaul, modal kerja dan belanja modal perseroan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani.

Dalam penawaran saham perdana ini, Idemitsu Kosan Co Ltd bertindak sebagai pembeli siaga. Perseroan memberikan hak opsi untuk membeli saham perseroan dari pemegang saham yaitu PT Wahana Sentosa Cemerlang dan Athanasius Tossin Suharya.

Berikut 16 perusahaan yang telah melantai di BEI yakni, PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Asuransi Mitra Maparya Tbk (ASMI), PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Tunas Alfin Tbk (TALF), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA),  PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK),  PT Link Net Tbk (LINK), PT Chitose International Tbk (CINT), PT Magna Finance Tbk (MGNA), PT Batavia Prosperindo International Tbk (BPII), PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP).

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya