Dalam menjual, Gatot mencoba melakukan inovasi dengan menyediakan produk langsung jadi, sehingga mitra dapat langsung menjual ke konsumen tanpa perlu melakukan pengolahan lebih lanjut layaknya produk franchise yang dikirimkan pada mitra dalam bentuk bahan baku, dan bahan setengah jadi.
Produk yang ditawarkannya pun tidak monoton atau tidak terpaku pada satu bahan baku yang dapat membuat konsumen merasa bosan pada waktu tertentu sehingga dapat mengakibatkan usaha berumur pendek karena minimnya varian produk.
“Saya melihat banyak produk franchise yang tidak berjalan lama. Alasannya produknya monoton atau terpaku pada satu macam jenis makanan. Memang, begitu launching masyarakat akan penasaran untuk mencoba, tapi begitu terus menerus di konsumsi, maka konsumen akan bosan dan beralih ke jenis makanan lain,” papar Gatot di Depok.
Berdasarkan fenomena itulah, Gatot yang awalnya hanya bermain di satu macam keripik berbahan baku singkong dengan berbagai aneka macam rasa bermerek Snaazy, kemudian melakukan penambahan variasi produk dengan menggarap bahan baku keripik dari buah pisang, buah talas, olahan tempe, buah sukun bahkan makanan tradisional Betawi pun ia sulap menjadi keripik yaitu keripik kembang goyang.