JAKARTA - Bank Indonesia (BI) saat ini mencermati kejadian perekonomian Rusia yang sedang mengalami tekanan berat. Hal ini bertujuan agar Indonesia bisa mengantisipasi kejadian yang mungkin dapat terjadi di negeri ini.
"Rusia alami tekanan berat. Harga minyak rendah, makanya jadi tekanan," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswawa di Kementerian Keuangan, Selasa (16/12/2014).
Mirza mengatakan, pelemahan mata uang Rusia dan juga harga minyak yang rendah membuat negara tersebut terpaksa menaikkan policy rate-nya sebesar 650 basis poin. Selain itu, pendapatan Rusia yang terbesar berasal dari minyak sehingga menekan cukup dalam.
"Ini memang membuat dampak pada emerging market. Nah, Indonesia kan termasuk dalam emerging market," kata dia.