JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan pertumbuhan usaha ritel sepanjang 2014 mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
Wakil Sekjen Aprindo, Satria Hamid mengatakan, kumpulan pelaku usaha ritel ini awalnya menargetkan pertumbuhan di 2014 sebesar 15 persen dengan pendapatan Rp175 triliun.
"Target itu berpeluang melesat, taksirannya hanya tumbuh 10 persen atau di Rp168 triliun," kata Satria ketika dihubungi Okezone, Jakarta, Sabtu (27/12/2014).
Satria menuturkan, salah satu dampak perlambatan pertumbuhan usaha ritel ini disebabkan keadaan makro ekonomi dan juga pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).