"Anjloknya harga minyak dunia akan membawa untung bagi negara-negara yang memiliki sektor industri yang maju,"ujar Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dalam Keynt Spece di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/1/2015)
Dia menjelaskan dengan harga minyak yang saat ini jatuh ke titik USD50 per barel membuat negara-negara penghasil minyak bumi kehilangan pendapatan sebesar USD1,6 triliun per tahun.
"Dengan harga minyak sebesar USD50, artinya kalau konsumsi minyak 90 juta barel per hari, artinya kalau 1 tahun 360 hari di kali 90 juta di kali USD50, artinya adanya kehilangan USD1,6 triliun per tahun,"katanya.
Lanjut JK, angka USD1,6 triliun tersebut beralih dari produsen ke konsumen. Negara-negara penghasil minyak seperti negara di kawasan Timur Tengah, Rusia dan lain-lain yang bergantung pada ekspor minyak bumi mengalami kerugian.