Iryanto menjelaskan, untuk kedalam diperlukan sekitar 1,5 meter, hingga tersisa lumpur dengan ketebalan sekitar 10-15 cm. Selain itu dibutuhkan juga dana untuk membeli pompa air untuk mengisi empangnya
Sementara untuk modal membeli ikan tidak dibutuhkan dana yanga besar. Hanya diperlukan ikan sekitar 50 kg untuk tahap awal. Jika harga ikan lele saat ini sekitar Rp15 ribu per kg, maka dibutuhkan dana sekitar Rp750 ribu.
"Ya tapi sekitar Rp1 juta lah untuk modal ikan, kerena kan harus sirkulasi terus. Umpamanya laku 20 kg atau 30 kg, kita beli lagi segitu. Tapi untuk lele enggak usah stok banyak, biar ikannya baru terus. Beda kalau bawal, dia harus ngendap dulu tiga hari, kalau tidak dia enggak mau makan," tukasnya.
Namun, meskipun modal yang digelontorkan terlihat cukup besar, ternyata profitnya stabil. Di pemancingannya, Iryanto menggunakan sistem harian. Di mana setiap satu orang pemancing membayar tiket 20 ribu untuk 1 kg ikan lele. Untuk setiap satu kg ikan lele, dirinya mengantongi keuntungan sekira Rp5 ribu.
Iryanto mengaku, untuk hari biasa pemancing yang datang sekira 30 orang. Namun untuk Sabtu, Minggu ataupun hari libur, pemancing yang datang bisa membeludak hingga 100 orang.