"Sekarang orang mulai menyimpan uang untuk rekreasi jadi yang pokok-pokok mulai turun," tukasnya.
Pengaruh lain, lanjutnya, penguatan dolar juga mempengaruhi sulitnya industri ritel berkembang. Fluktuasi nilai tukar membuat pengusaha wait and see untuk mengembangkan perusahaannya.
Pihaknya menilai dengan investasi yang di rem oleh pengusaha membuat pemasukan bagi pekerja ikut berkurang. Imbasnya, pertumbuhan industri ritel tahun ini diprediksi akan melambat. Dia menyebut dengan pertumbuhan 6 persen saja untuk tahun ini sudah terbilang baik.
"Growth pasti turun, maksudnya begini yang biasanya growthnya double digit, tahun ini 6 persen saja sudah bagus. Itu sudah termasuk ekspansi. Apalagi kalau ekspansi dibatasi, pasti akan turun," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)