Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Deddy Priatna, mengatakan dari studi fase pertama, rute kereta api cepat juga kemungkinan tidak hanya berhenti sampai di Bandung, tapi juga ke Cirebon, Semarang dan Surabaya.
Sementara Di Jakarta, akan bermula di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat dengan rel kereta api yang dibangun di bawah tanah. Dengan kereta api "Shinkansen" Indonesia ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 34 menit, dan Jakarta-Surabaya 2,5 jam.
"Rencana rute kereta api cepat yang akan melewati Cirebon juga agar sarana perhubungan dapat tereintegrasi dengan Bandara Kertajati yang sedang dibangun di Majalengka," kata dia di Jakarta, Sabtu (11/4/2015).
"Shinkansen itu banyak yang mengatakan hanya negara-negara dengan masyarakat menengah ke atas yang memiliki Shinkansen. Padahal tidak seperti itu. Dulu Jepang saat punya Shinkansen, 30 tahun yang lalu atau 25 tahun yang lalu, pendapatan per kapitanya tidak terlalu besar, tapi proyek ini bisa 'memboost-up' ekonomi," kata dia.