JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Norwegia YM Erna Solberg. Ada beberapa hal yang menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan tersebut, termasuk dalam bidang perikanan dan energy.
Presiden Jokowi menyebutkan, di bidang perikanan, Norwegia dapat menjadi mitra penting Indonesia. “Termasuk upaya untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal (IUU Fishing) dan budi daya ikan laut,” kata dia di Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Sementara di bidang energi terbarukan, kerjasama dilakukan antara lain di bidang hydropower dan domestic biogas. Kerja sama ini telah dilakukan sejak tahun 1995, dan akan terus dilanjutkan oleh kedua negara.
"Saya baru saja menyelesaikan pertemuan yang sangat produktif dan bersahabat dengan PM Norwegia Erna Solberg. Kunjungan ini merupakan kunjungan PM Solberg pertama ke Indonesia," ucap Jokowi.
Menurut Jokowi, Indonesia dan Norwegia memiliki karakter yang sangat berbeda jika dilihat dari letak geografis, ukuran penduduk dan bidang kapasitas ekonomi. Walaupun demikian, kedua negara juga memiliki banyak kesamaan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai universal, antara lain demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kombinasi ini yang menjadikan hubungan kedua negara sangat erat, bersahabat, dan saling mendatangkan manfaat.
"Buat Indonesia, Norwegia adalah mitra penting di bidang lingkungan hidup, kerja sama hak asasi manusia, energi, perikanan, dan maritim," jelasnya.
(Fakhri Rezy)