JAKARTA - Harga minyak mentah ditutup melemah 2,68 persen. Pelemahan yang terjadi dikarenakan faktor eksternal yakni peperangan Arab Saudi dengan Yaman.
Menurut analis LBP Enterprise Lucky Bayu, sentimen yang mempengaruhi harga minyak mentah sebenarnya lebih dari sekedar konfik yang terjadi antara Arab dan Yaman. Harga minyak lebih dipengaruhi cadangan minyak.
"Lebih jauh dari itu (konflik Arab-Yaman), prinsipnya meskipun ada situasi konflik, apakah cadangan minyak masih stabil," katanya dalam Power Breakfast MNC Channel, Rabu (22/4/2015).
Menurutnya, yang terpenting adalah stok minyak, karena jika cadangan minyak ada atau terpenuhi, maka dapat terjadi transaksi jual-beli. Konflik yang terjadi hanya menjadi sentimen tambahan.
"Kemarin kita lihat minyak melemah terbatas, padahal masih ada konflik, itu bukti bahwa investor tidak hanya melihat itu. Yang penting inventory aman," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)