Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Solikin M Juhro, menjelaskan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama yang menjadi tantangan domestik pertumbuhan ekonomi.
"Pilar kokoh pertama, adalah kedaulatan pangan dan energi. Fundamental ekonomi sangat bergantung pada kemampuan menyediakan input produksi yang terpenting (pangan dan energi) dalam proses industrialisasi,"ucapnya di Gedung BI.
Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, pilar kedua yang menjadi tantangan domestik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah daya saing industri dan perdagangan.
Menurutnya, daya saing industri dan perdagangan menurun di tengah rendahnya muatan teknologi dan modal manusia dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
"Kemudian pilar ketiga, pembiayaan pembangunan berkesinambungan, di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk membiayai pembangunan, sumber dana yang bersifat jangka panjang masih terbatas.