Pelemahan komoditas tersebut diyakini mempengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga, pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak begitu memuaskan.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2015 sebesar 5,7 persen. Hal ini dianggap terlalu besar bagi Indonesia mengingat secara global terjadi pelemahan perekonomian.
Selain angka pertumbuhan ekonomi kuartal I, BPS juga nantinya akan merilis indeks tendensi bisnis dan tendensi konsumen triwulan I-2015, serta keadaan ketenagakerjaan Februari 2015.
(Rizkie Fauzian)