Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah juga akan menjaga stabilitas harga, mendukung arus distribusi kebutuhan pokok, serta meningkatkan produktivitas pangan dan mengendalikan volatilitas rupiah.
"Kami juga sependapat untuk meningkatkan peran dan sinergi sektor riil, baik untuk kendalikan inflasi dalam bentuk TPID dan kelompok kerja nasional di daerah sehingga inflasi terjaga," tutur Bambang.
Sekadar informasi, pemerintah menetapkan asumsi inflasi sekira 3 sampai 5 persen dalam RAPBN 2016. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, ditargetkan dapat mencapai 5,8 hingga 6,2 persen di 2016.
(Martin Bagya Kertiyasa)