Wanita asal Bandung ini memiliki enam outlet pribadi, dan 18 outlet franchise dengan jumlah karyawan sebanyak 60 orang. Apoteknya diberi nama Griya Farma.
Menurutnya, jika berkeinginan franchise apotek milikinya, setidaknya harus menyediakan Rp430 juta. Dengan harga tersebut diperoleh fasilitas berupa franchise fee, display interior dan eksterior, peralatan elektronik dan non elektronik, persedian obat awal, panduan rekrutmen dan launcing, serta traning.
"Dengan harga investasi franchise ini, saya yakin ini yang paling murah di Indonesia untuk franchise Apotik," tuturnya kepada Okezone di Jakarta.
Wina menjelaskan, nantinya pemilik franchise akan dibantu melakukan tahap awal rekrutmen pegawai, melakukan tranning, hingga apotik tersebut dibuka.
“Kurang lebih 4-6 bulan kami akan lakukan pembinaan, saya yakin pendapatan setiap apotek per tahun mencapai Rp100 juta, jadi biaya balik modalnya bisa mencapai empat tahun, "ucapnya.
(Rizkie Fauzian)