Kepala Diswanak Pemprov Kalbar, A Manaf mengatakan, stok tersebut untuk memenuhi kebutuhan jelang hari Raya masyarakat di Kalimantan barat. Namun untuk telur, diakuinya mengalami kelebihan stok.
"Kecuali untuk telur, Kalbar kelebihan 72 ribu ton stok, karena kami memproduksi telur per hari sebanyak 120 ton," ungkapnya kepada Okezone usai melakukan sidak di pasar tradisional, Rabu (15/7/2015).
Menurut Manaf, tahun ini nilai jual beli masyarakat terhadap kebutuhan telur tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga Kalbar berlimpah stok telur.
"Makanya Kalbar kemarin-kemarin ini selalu mengirim stok khusus telur ke pulau Jawa sebanyak 20 ton," jelasnya.
Namun, selama satu bulan ini, Kalbar menghentikan pengiriman ke pulau Jawa karena dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan telur untuk masyarakat Kalbar.
"Jelang lebaran ini kami stop pengiriman ke Jawa karena biasa Kalbar kirimnya bisa 20 hari sekali," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)