YLKI Sebut Mudik Lebaran sebagai Bencana Nasional

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2015 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 26 320 1185620 ylki-sebut-mudik-lebaran-sebagai-bencana-nasional-59KXcIi9s9.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan, mudik Lebaran tahun ini masih menyisakan tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dengan korban meninggal dunia dan luka berat yang masih sangat signifikan.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, hal tersebut terbukti dengan data Korlantas Mabes Polri, jumlah korban meninggal dunia diakibatkan kecelakaan lalu lintas mencapai 628 orang, luka berat 1.028 orang, dan luka ringan 3.808 orang selama H-7 dan H+7 mudik Lebaran.

“Dengan korban massal seperti itu, sudah sangat pantas jika mudik Lebaran tak ubahnya sebagai bencana nasional! Jadi sungguh aneh bin ajaib jika Kemenhub mengklaim bahwa mudik Lebaran 2015 dinyatakan berhasil! Apakah menurunnya korban meninggal yang hanya delapan persen layak disebut berhasil?,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Oleh karena itu, YLKI mendesak kepada Presiden/pemerintah, Polri dan pihak terkait dengan sembilan desakan, antara lain:

1. Mendesak pada Presiden Jokowi untuk memberikan respons konkrit terhadap korban massal mudik Lebaran tersebut. Terhadap korban kecelakaan pesawat saja , yang jumlah korbannya lebih kecil, Presiden langsung menggelar jumpa pers, mengapa terhadap korban mudik Lebaran yang korbannya jauh lebih besar, Presiden masih diam saja?

2. Mendesak Pemerintah untuk memperbaiki dan memperbanyak akses angkutan umum di sektor darat, khususnya perkeretaapian. Angkutan KA lebih efisien dan aman!

3. Polri agar bertindak tegas terhadap pelanggaran lalu lintas. Patut diduga, tingginya laka lantas karena pihak Polri melonggarkan pelanggaran lalin

4. Mendesak Kemenhub dan Polri menekan tingginya penggunaan sepeda motor sebagai sarana mudik. Ini terbukti korban laka lantas lebih dari 75 persen adalah pengguna sepeda motor

5. Polri seharusnya juga membuka pada publik, merek sepeda motor yang mengalami laka lantas, dan meminta produsennya untuk dimintai pertanggungjawaban

6. Mendesak pemerintah Daerah memperbaiki transportasi umum di daerahnya. Salah satu alasan pemudik menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, karena di daerah minim akses transportasi umum;

7. Masyarakat jangan memaksakan diri untuk menggunakan sepeda motor sebagai sarana mudik, apalagi dengan penumpang atau barang yang over kapasitas;

8. Meningkatkan angka santunan bagi korban meninggal dan luka berat, yang selama ini hanya "dihargai" Rp25 juta saja dari Jasa Raharja. Padahal, korban laka lantas biasanya jatuh miskin. Bandingkan dengan santunan serupa di Malaysia yang mencapai Rp3,1 miliar!

9. Memperbanyak akses rest area, khususnya di tol Cipali, atau bahkan di jalan-jalan arteri. Akses rest area sangat penting bagi pemudik untuk istirahat.

“Janganlah pemerintah hanya menjadikan tingginya korban masal selama mudik Lebaran hanya menjadi data statistik belaka, tanpa upaya serius untuk menguranginya hingga ke titik nol (zero accident),” tutup Tulus.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini