Melihat belum ditetapkan siapa yang akan mengerjakan proyek tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas) Andrinof Chaniago mengatakan groundbreaking kereta cepat pada Agustus sulit terealisasi.
Pasalnya, saat ini pemerintah pun baru membuka beauty contest untuk kereta cepat, dan akan menunjuk konsultan independen dalam mempelajari proposal yang diajukan negara China dan Jepang. Sehingga, dalam perjalanannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Tidak hanya itu, pemerintah pun tiba-tiba ingin mengajak investor asal Prancis untuk mengikuti beauty contest ini. Akibatnya, pemerintah masih harus menunggu proposal dari Prancis.
(Martin Bagya Kertiyasa)