"Kita kaya spesies tapi minim value, kalau di Atlantik minim spesies tapi maksimum value," papar Indroyono di sela-sela acara Open House Menko Kemaritiman di Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Jumat (17/7/2015) malam.
Indroyono mengatakan, pemerintah harus memikirkan pembudidayaan ikan tangkap hingga pembudidayaan ikan. Maupun mendorong masalah ketersediaan pakan. Menurutnya, pengolahan produk perikanan penting untuk dilakukan budi daya. "Pembudi daya ikan, masalah pakan secara total pakan itu sekarang 40 ribu dari 120 ribu ton yang impor," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pengelolaan ikan termasuk stok ikan harus dilaksanakan secara benar. Sehingga, diperlukan pengkajian stok ikan untuk meninjau pasokan guna menjaga kelestarian ikan.
"Wilayah kita terbagi 11 moral perikanan, ada data stok lestari dan maksimum yang bisa diambil ikannya berapa dalam satu wilayah. Sehingga kita tahu stok lestari berapa," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)