Bajak-membajak Karyawan Jadi Menu Sehari-hari di E-Commerce

Danang Sugianto, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2015 17:28 WIB
Ilustrasi belanja online. (Foto: Reuters)
Share :

Selain itu, Kusumo juga memberikan fleksibilitas waktu kerja untuk karyawannya. Dia membebaskan karyawannya jika ingin datang lebih pagi karena ingin pulang lebih awal dan sebaliknya. Tapi yang terpenting waktu kerjanya masih sesuai yang ditetapkan.

"Ada yang masuk jam 6 pagi tapi ingin pulang sore. Kami bebaskan, karena semua orang mempunya jam efektif kerja yang berbeda-beda. Bahkan terkadang jika ada yang masih ada di kantor saya usir suruh pulang," imbuhnya.

Dengan budaya kerja yang diterapkan itu, Kusumo mengaku turn over karyawan di Blibli.com relatif kecil. Kalaupun ada karyawannya yang berhenti, itu pun dikarenakan ingin membuka usaha atau menjadi ibu rumah tangga. "Ini salah satu yang kami banggakan, di tengah e-commerce yang sedang hot, turn over kami kecil," imbuhnya.

Bahkan, jika ada karyawannya yang ditawari posisi kerja di perusahaan kompetitor, karyawan tersebut memberitahu dirinya. Diakuinya hampir semua posisi karyawannya pernah dicoba dibajak oleh kompetitor. "Dia bilang boleh tidak saya wawancara dengan perusahaan A, B atau C. Ya kami open saja. Tapi ujung-ujungnya mereka bertahan," katanya.

Menurut catatannya, karyawan Blibli.com saat ini sudah mencapai 550 orang. Jumlah tersebut berkembang setelah perusahaan ini berdiri selama empat tahun.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya