Cara Dirut PLN Antisipasi "Mafia Pulsa Listrik"

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 08 September 2015 15:30 WIB
(Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menegaskan tidak ada yang namanya mafia pulsa listrik. Dia menyebut yang ada adalah masalah biaya administrasi.

Sofyan memberikan penjelasan, yang dimaksud mafia pulsa listrik oleh Rizal Ramli kemungkinan adalah pembengkakan biaya administrasi pembelian pulsa listrik akibat pembelian yang tidak sekaligus. Misalnya, pulsa Rp120 ribu dibeli empat kali, masing-masing Rp30 ribu, sehingga terkena biaya administrasi sampai empat kali.

"Maksudnya, biaya administrasi. Misalnya 100 ribu admin Rp1.500 itu sekali beli. Kalau Rp100 ribu per bulan untuk 900 watt. Kadang-kadang kan masyarakat beli Rp30 ribu, kena Rp1.500 setiap belinya. Jadi beli berkali-kali ketimbang sekaligus. Bukan berarti semata-mata ada yang mencuri," ujar dia di Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Jadi, lanjut Sofyan, biaya inilah yang mungkin nanti akan dikurangi. “Tidak lewat Payment Poin Online Bank (PPOB) mungkin melalui mekanisme perbankan. Tapi tujuannya hanya untuk meringankan masyarakat,” kata dia.

“Oleh karena itu, tidak sampai adanya mafia di mana yang dimaksudkan Menteri Rizal Ramli,” ucap dia.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya