JAKARTA – Terkadang, banyak anggota bursa (AB) atau broker yang mengambil langkah jalan pintas dengan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi saham. Apalagi belakangan situasi pasar tengah tidak menentu.
Head Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menjelaskan, setidaknya ada tiga macam modus dari broker nakal untuk mencoba mengambil keuntungan sendiri. Pertama modus transaksi penjualan yang tidak didukung dengan ketersediaan efek atau short selling.
Kedua, aksi goreng saham dengan menggiring psikologis pasar dengan tujuan melemahkan nilai saham tertentu atau cornering. "Jadi harga sahamnya dibuat menuju satu harga yang telah ditetapkan. Kemudian dibeli lagi di level terendah atau bottom fishing," jelas Reza saat dihubungi Okezone, Rabu (9/9/2015).
Ketiga, lanjutnya, aksi perdagangan semu yakni kegiatan perdagangan antar rekening efek satu dengan rekening efek lainnya, namun masih dalam penguasaan satu pihak atau memiliki keterkaitan. Aksi tersebut bertujuan untuk menciptakan persepsi pasar bahwa tercipta transaksi perdagangan sebenarnya.
"Misalnya investor punya rekening efek diberbagai sekuritas, masing-masing taruh Rp5 miliar. Kalau sekuritas satu dijual Rp3 miliar dibeli ke sekuritas kedua yang terkait, artinya sahamnya sebenarnya tidak ke mana-mana. Tapi orang melihatnya ada transaksi," tukasnya.
(Widi Agustian)