Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Individual Pihak yang Paling Dirugikan Broker Nakal

Danang Sugianto , Jurnalis-Rabu, 09 September 2015 |20:02 WIB
Investor Individual Pihak yang Paling Dirugikan <i>Broker</i> Nakal
(Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Mencari keuntungan merupakan salah satu tujuan para investor. Namun pada situasi tertentu, keuntungan tidak sebatas gain di pasar modal, melainkan multi tafsir.

Bahkan dalam kondisi tertentu, keuntungan tersebut diimplementasikan dalam cara-cara tertentu. Cara yang paling umum dikenal dengan istilah goreng mengoreng saham, yakni dengan menggiring psikologis pasar. Tujuannya bisa menguatkan atau melemahkan nilai saham tertentu atau cornering.

Tentunya dari aksi curang tersebut pasti ada pihak yang menjadi korban. Selain perusahaan yang sahamnya digoreng menjadi korban, para investor individual juga kena imbasnya.

"Kalau aksi menggoreng saham itu memang banyak sekali pengaruhnya. Karena aksi itu uang investor yang hilang ditelan banyak sekali. Contoh saja misalnya harga saham Rp1.500 dalam seminggu, tiba-tiba tinggal Rp500. Itu sangat merugikan investor," tutur Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) Sanusi saat dihubungi Okezone, Rabu (9/9/2015).

Menurutnya aksi-aksi curang tersebut sudah sangat sering terjadi, sehingga menjadi hal yang lumrah. Hal itu dikarenakan kurangnya tindakan serius dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal sudah ada landasan hukum untuk menindak lanjuti hal-hal curang tersebut.

"UU Pasar Modalnya sudah ada. UU itukan tujuannya dibuat untuk mencegah hal-hal seperti itu. Aksi seperti itu juga sebenarnya kelihatan dari pihak BEI," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement