Mengenal LRT Pertama Indonesia

Danang Sugianto, Jurnalis
Rabu 09 September 2015 12:11 WIB
Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Proyek pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) tereintegrasi hari ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. LRT ini rencananya akan tereintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek).

Menurut penelusuran yang dilakukan Okezone dari berbagai sumber, LRT tersebut mempunyai daya angkut harian dengan konfigurasi enam train set. Dengan total train set tersebut, maka LRT kali akan mempunyai daya angkut 24 ribu orang per jam per tujuan atau Passengers per hour per direction (PPHPD) dengan asumsi per dua menit saat peak.

Namun, untuk mengoperasikan LRT, maka dibutuhkan daya yang cukup besar. Diperkirakan, untuk menjalankan LRT ini, diperlukan daya listrik power DC sebesar 1.500 volt.

Ditopang tiang pancang berdiameter 100 cm dan 80 cm, LRT ini akan memiliki pilar dan girder yang terbuat dari beton precast dan prestress. Tujuannya, agar pembangunan proyek tersebut cepat dan tidak terlalu mengganggu tarik yang ada.

Namun, karena besarnya pembangunan proyek tersebut, maka rencananya akan dipecah menjadi dua tahapan. Pembangunan ini, masing-masing akan terdiri dari tiga lintasan pelayanan, dengan total panjang lintasan 83,6 km.

Tahap I meliputi lintas layanan Cibubur- Cawang, Bekasi-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas. Tahap ini akan menggarap lintasan sepanjang 42,1 km dengan jumlah 18 stasiun. Kemudian untuk, tahap II lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya