"Tapi di Aprindo kita masih bisa bertahan dengan situasi seperti ini yang kita atur bukan PHK. Tapi, pengaturan jam kerja dan sebagainya," ungkap dia.
Akan tetapi selama semeter I-2015, Roy menyatakan pertumbuhan ritel sudah tergerus cukup dalam. Bahkan pada 2015, diprediksi industri ritel hanya mampu tumbuh sebesar 8 persen setelah pada tahun sebelumnya berhasil mencapai angka 13–14 persen.
"Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 5 persen sampai akhir tahun yang turun dari 5,2 mudah-mudahan kita bisa dapat 10 persen. Tapi kalau di bawah itu, sekira 8 persen pun sudah baik," tandas dia.
(Fakhri Rezy)